LOVING YOU

LOVING YOU

Author           : pipit

Cast                : Cho Kyuhyun

                         Park Hye Soo

Genre             : Hurt, sad/happy ending??

Rating             : PG 15

Length            : Oneshoot

hye soo loving you 2

Ff ini juga sudah di publish di blog pribadi duniapipit105.wordpress.com

Hati-hati banyak TYPO bertebaran!!!!!!!!!!!!

 

Happy Reading…

***

Mencintaimu apakah sebuah kesalahan?

Lalu bagaimana denganmu..

Adakah rasa itu dihatimu meski hanya sedikit

yang harus kau tau cinta ini sulit dihilangkan seberapa banyak pun kau menyakitiku

Flashback

“apa kau menyukaiku?”

“a..apa?”

“aku tau kau sudah lama menyukaiku. Jadilah kekasihku.”

Cho kyuhyun, sosok namja popular di kampus mengajak seorang hye soo yang tidak ada apa-apanya untuk menjadi kekasihnya. Sosok namja yang susah didekati oleh wanita manapun. Namja yang memiliki sikap dingin, cuek pada siapapun kecuali sahabatnya. Tapi tak khayal menurunkan jumlah fans yang memujanya.., malah tiap harinya jumlahnya semakin bertambah. Selain dari segi fisik yang sangat tampan tidak ada cacat, ia merupakan calon penerus dari Cho Corp, perusahaan terbesar di korea bahkan luar negeri.

Flashback end

***

Dua tahun sudah aku dan kyuhyun menjalin hubungan. Tapi apakah kalian berpikir hubungan kami baik-baik saja?. Yah memang hubungan kami baik-baik saja. Tapi itu hanya aku yang selalu mengalah. Selama dua tahun ini, aku selalu mengalah dan tak banyak menuntut darinya. Dikarenakan aku ingin hubungan ini tetap bertahan. Dari awal kami berhubungan, kyuhyun sama sekali tidak pernah menganggapku kekasihnya. Ia selalu mengabaikanku. Mungkin jika itu kekasih kalian, minimal satu kali sehari kekasih kalian akan menanyakan kabar kalian. Walaupun itu hanya pura-pura atau basa-basi.

Memang kyuhyunlah yang pertama kali mengajak kami berhubungan, tapi setelahnya selalu aku yang memulai duluan. Entah menanyakan kabar, mengajaknya bertemu, ataupun mengabarkan keadaanku walaupun ia tidak memintanya. Karena memang aku sangat mencintainya sebelum ia memintaku menjadi kekasihnya. Pesan itu pun akan dibalasnya setelah aku menunggu beberapa hari. Miris bukan.. atau membosankan.

Kadang aku berpikir, apakah ia mencintaiku?? Kalau dia mencintaiku kenapa ia memperlakukanku seperti ini. Dan kalau ia tidak mencintaiku, kenapa ia menjadikanku kekasihnya dan bahkan kini sudah menjalin begitu lama. Lagi-lagi aku hanya menelan dalam-dalam keinginanku untuk bertanya. Lantaran aku takut mendengar jawaban yang tidak sesuai harapan. Semakin hari aku rela kyuhyun memperlakukanku seperti itu. Hanya karena sekarang aku sudah sangat ketergantungan padanya. Jadi aku rela dibanding kyuhyun akan pergi dariku.

Seperti biasa, hari ini aku akan mengunjungi apartemen kyuhyun. Meskipun ia memiliki rumah bersama orangtua dan kakaknya.. entah mengapa ia lebih memilih tinggal sendiri di sini. Aku masuk setelah menekan password yang kyuhyun berikan padaku. Untuk mendapatkan password itu, bukanlah hal mudah untuk mendapatkannya. Sudahlah.. aku sedang tidak ingin menceritakannya.

Kosong.. yah seperti itulah kondisi apartemen ini. Kyuhyun mungkin masih di kantor untuk bekerja. Kyuhyun adalah sunbaeku satu tingkat waktu di kampus dulu. Sekarang kyuhyun sudah bekerja di perusahaan appanya.., sementara aku masih kuliah akhir semester, dan akan ujian sidang tidak lama lagi. Aku menyiapkan makanan yang aku bawa di meja makan. Setelah itu aku mencoba membereskan apartemen yang sedikit berantakan ini, kecuali kamar kyuhyun karena ia melarangku. Aku membuka computer yang ada di ruang TV untuk menghilangkan bosanku. Tadinya computer ini akan dibuangnya karena sudah terlalu ketinggalan jaman. Tapi aku melarangnya.. jadilah computer ini diletakkan di ruang TV. Bukan tanpa alasan aku meminta computer itu dan menaruhnya di ruang TV. Di waktu kosongnya.., selain bertemu dengan teman-temannya ia selalu menghabiskan waktu bersama games kegemarannya, meskipun dengan kedatanganku. Untuk itu, untuk menghilangkan kebosanan tanpa perlu jauh-jauh darinya aku menempatkan computer ini di sini.

Kudengar pintu terbuka, dan terlihatlah seseorang memasuki ruangan.

“oppa.. kau sudah pulang?” tanyaku begitu ia tiba di ruang TV. Aku berdiri menghampirinya yang sedang duduk di sofa. Dan duduk di sebelahya.

“hmm..” jawabnya singkat sambil melepaskan dasinya. Kuulurkan tanganku untuk membantunya membukakan dasi, tapi kyuhyun menepisnya. Ku telan rasa kecewaku sekali lagi.

“apa oppa sudah makan?? Aku sudah menyiapkannya di meja makan.” Tanya ku sambil tersenyum mencoba menghilangkan rasa kecewaku.

“nanti saja.. aku ingin mandi dulu.” Kyuhyun berdiri dan langsung memasuki kamarnya.

“hah.. selalu begitu. Semangat hye soo..”

Sambil menunggu kyuhyun selesai mandi, aku menata piring untuk kami makan. ‘semoga kyuhyun oppa suka makanannya’ hiburku dalam hati.

Tiga puluh menit kemudian kyuhyun keluar kamar dan duduk dihadapanku. Kami makan dalam diam untuk beberapa saat. “besok kau tak perlu datang kemari lagi.” Ucap kyuhyun tiba-tiba.

“kenapa?” aku yang kebingungan atas ucapannya menanyakan alasannya.

“tidak ada alasan untukku menjawabnya.” Setelahnya ia mengelap bibirya.. “aku kenyang. Jika sudah selesai pulanglah. Aku lelah.” Kyuhyun pergi begitu saja meninggalkanku. Padahal makanannya belum habis dimakan. Apa aku sudah membuatnya marah?? Tak terasa air mata ini mengalir di pipiku, setelah aku menahannya daritadi. Akupun membereskan makanan yang ada di meja. Tanpa menunggunya keluar kamar lagi aku segera pulang.

***

Keesokannya aku menghubungi kyuhyun beberapa kali. Tapi tidak pernah di angkatnya.., aku khawatir terjadi sesuatu padanya.

“oppa.. kau di mana? Apakah kau masih marah sejak semalam. Aku minta maaf kalau aku salah. Tolong angkatlah..” berkali-kali aku menghubunginya tetapi hasilnya tetap nihil. Akhirnya aku hanya memberikan pesan padanya..

Seminggu sudah tidak ada kabar dari kyuhyun. Berpuluh-puluh kalipun aku sudah mnghubunginya maupun memberi pesan. Tapi tak satupun ia membalasku.

“hyea..” panggil haerin padaku. “bagaimana?”

Aku menggelengkan kepalaku. Rasanya aku tidak sanggup melakukan apapun, bahkan untuk bicara sekalipun. Eun rim memelukku untuk menenangkan. “sudahlah.. kurasa ia baik-baik saja.” Ucapnya.

“bukankah kyuhyun memiliki sahabat. Siapa namanya..hmm, donghae..ya benar itu. Apa kau sudah menanyakannya.”

Seketika aku menegakkan badanku. “kau benar rim-ah.., dan aku belum menanyakan padanya.” Aku mengambil handphoneku lalu menghubungi donghae oppa.

“yeoboseyo..” ucap pria disebrang sana.

“oppa.. ini aku hye soo.” Ucapku gugup

“oh ada apa hye soo.., kenapa suaramu seperti itu?”

“oppa apa kyuhyun oppa ada bersamamu?” tanyaku was-was.

“hmm tidak.”

Tubuhku terasa lemas kembali begitu donghae oppa tidak bersama kyuhyun. Lalu kemana sekarang dia pergi?

“tapi hye soo..” donghae meneruskan kembali ucapannya. “nanti sore kami akan bertemu. Kau mau ikut?”

Aku langsung mengiyakan ajakan donghae oppa. Hatiku rasanya lega ketika mengetahui kyuhyun baik-baik saja.

***

Donghae oppa membawaku ke sebuah rumah. Entah itu rumah siapa. “oppa ini rumah siapa? dan dimana kyuhyun oppa?”

“ini rumah sahabat kami, jiyeon. Kyuhyun.. hmm.. mungkin di halaman belakang rumah.” Donghae oppa menunjukkan jalan ke arah halaman belakang. Kami pun berjalan beriringan menuju halaman belakang.

Dari jauh kulihat kyuhyun sedang duduk di bangku taman. Aku sungguh ingin menangis lega begitu melihat kyuhyun baik-baik saja. Ia sungguh tampan dan terlihat segar kali ini. Ia tersenyum.. wow, bahkan aku baru melihat pertama kalinya ia tersenyum. Apa yang membuatnya tersenyum?? Kuikuti arah pandangnya.. ia tersenyum pada seorang wanita yang sedang bermain air di kolam kecil di sebelah kanannya. Siapa wanita itu? Mereka terlihat bahagia.. selama dua tahun bersama, kyuhyun tidak pernah tersenyum seperti itu padaku. Terbesit rasa iri dihatiku.., tapi segera kutepis pikiran negative mengenainya. Wanita itu mungkin saja jiyeon, sahabat donghae oppa dan kyuhyun. Semakin lama kami semakin mendekati mereka.

“kyu..” panggil donghae oppa setelah jarak kami dekat.

Kyuhyun mengalihkan pandangan dari wanita itu pada donghae. Seketika senyumnya menghilang ketika ia melihatku yang berdiri sedikit dibelakang donghae oppa.

“ah.. oppa kau sudah datang.” Wanita yang bisa dibilang bernama jiyeon langsung berdiri menghampiri donghae. “selamat datang oppa.., bagaimana kabarmu??”

“kabarku baik.” Ucap donghae oppa sambil mengelus puncak kepala jiyeon. “maaf aku baru datang setelah kau kembali ke Korea..”

“cih..kau jahat oppa baru menemuiku sekarang. Berbeda sekali dengan kyuhyun yang sudah menemaniku seminggu ini.”

DEG

Seminggu ini kyuhyun bersamanya. Ya tuhan..aku setengah mati mengkhawatirkannya tetapi ia sedang bersama jiyeon tanpa memberi kabar sama sekali padaku. Bahkan untuk membalas pesanku saja tidak.

“omo.. siapa ini? Apa kekasihmu oppa..?”

Aku sadar jiyeon mengarah padaku. “tidak.” Balas donghae oppa. “Ia adal..” belum sempat donghae oppa meneruskan kyuhyun bangun menyela kami. “sebaiknya kita masuk ke dalam menyiapkan untuk barbeque malam nanti.”

“kajja..” kyuhyun menarik jiyeon untuk ikut bersamanya masuk meninggalkanku yang berdiri mematung.

“kau tidak apa-apa?” Tanya donghae oppa lembut.

Aku sendiri tidak bisa menjawabnya. Aku menundukkan wajahku, karena air mata sialan ini sudah mendesak untuk keluar. “hye soo..” tanyanya khawatir. Kurasakan donghae oppa semakin mendekat. Ia menarik daguku untuk menatapnya. Ketika pandangan kami bertemu, aku hanya bisa menggelengkan kepalaku. Sungguh aku sedang tidak baik-baik saja. Hati ini rasanya sakit. Walaupun sudah sering ku diacuhkan.., tapi kali ini aku di acuhkan demi wanita lain. Meskipun itu sahabatnya sendiri.

Donghae oppa menghapus air mataku. “hye soo dengarkan aku. Jika kau mencintainya maka bertahanlah. Ubah ia menjadi sosok yang hangat dan buat ia sangat mencintaimu. Tapi jika kau lelah berada di sampingnya, maka berhentilah. Karena itu akan sangat menyakitimu.” Aku yang mendengar semakin terisak pelan. “aku tau bagaimana hubungan kalian selama ini, tanpa harus repot-repot kalian ceritakan. Aku mengatakan ini karena aku menyayangimu hye soo. Bukan sayang antara pria dan wanita. Aku sudah menganggapmu sebagai adikku. Dan aku tidak ingin kau bersedih. Jadi apapun keputusanmu aku selalu mendukungmu.”

Aku terharu donghae oppa menganggapku seorang adik. Selama ini aku menginginkan seorang kakak yang bisa melindungi dan menyayangiku, karena aku merupakan anak tunggal. Kedua orangtua ku sibuk mengurus bisnisnya di paris.. mereka hanya sesekali mengunjungiku. Walau begitu mereka sangat menyayangi dan memperhatikanku.

“oppa gumawo.., kalau begitu jadilah kakakku.” Ucapku yang senang dan tidak menangis lagi.

“baik..” donghae oppa mengelus puncak kepalaku lembut. Dan kami saling tersenyum senang.

Tanpa disadari hye soo dan donghae, seseorang dibalik jendela mengintip ke arah mereka tanpa ekspresi.

“apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya seorang wanita penasaran pada pria yang sedang berdiri di hadapan jendela.

“tidak ada.” Jawabnya singkat.

“ayoo.., bantu aku siapkan bahan-bahan untuk nanti.”

Pria itu tersenyum. Dia adalah cho kyuhyun. “ayoo.” Ajaknya pada jiyeon.

Malam semakin larut, begitupun acara barbeque yang sedang berlangsung. Kyuhyun pun masih menjaga jarak denganku. Sebegitu tidak suka kah kyuhyun dengan kedatanganku. Disini aku hanya ingin memperbaiki hubungan yang entah salah siapa. Tapi kyuhyun tidak pernah menghiraukanku. Aku mencoba membawakan daging yang sudah di bakar padanya, tapi ia meninggalkanku begitu kudekati dia. Ya tuhan.. apa yang harus aku lakukan. Kubuang jauh-jauh rasa gengsiku.. kuhampiri dia yang sedang bersama jiyeon. “Kyuhyun oppa..” panggilku ketika sudah dekat. Kyuhyun hanya menolehkan kepalanya padaku. “Oppa.. bisakah kita bicara.” Aku penuh harap padanya untuk mau bicara denganku.

“Kyu..sepertinya kau ada urusan dengan temannya donghae oppa. Kalau begitu aku pergi dulu. ” ucap jiyeon hendak berdiri. Tapi ditahan oleh kyuhyun. “Tidak.. aku tidak memiliki urusan apapun dengannya yoen..”

teman?? Apa kyuhyun tidak pernah mengakuiku siapa aku sebenarnya. Seperti ada beribu jarum yang menusuk dihatiku.., kakiku lemas, air mata sudah kembali bergenang di kelopak mataku. Tidak.. Aku tidak boleh menunjukkan kelemahanku padanya. Pasti ia akan malu memiliki kekasih yang begitu lemah. Aku melangkah mundur dan beranjak dari tempat itu. Sedikit berlari aku menuju pintu keluar meninggalkan tempat ini.

“Hye soo..” donghae oppa yang melihatku keluar rumah mengejarku. “Mau kemana..?” Tanyanya panik melihatku menangis.

“Maaf oppa. Sebaiknya aku pulang saja. Aku permisi oppa..” aku buru-buru pergi dari sini. “Tunggu hye soo.. biar aku antar.” Tanpa menunggu jawaban dariku donghae oppa menarik tanganku menuju mobilnya.

***

“hyea.. ini kau harus meminumnya dulu biar kau lebih tenang.” Ujar eun rim sambil memberikan teh hangat padaku.

Begitu pulang dari rumah jiyeon, aku meminta donghae oppa mengantarkanku ke apartemen eun rim. Untuk sekarang ini aku sedang tidak ingin sendiri. Aku membutuhkan eun rim untuk menenangkanku.

“gumawo rim-ah.., aku tau datang kesini merupakan pilihan yang tepat.” Komentarku tersenyum padanya.

“hah kau ini hyea.., kau kan sahabatku. Kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu ada didekatmu. Sudah kita jangan bahas ini. Ada hal yang ingin kutanyakan daritadi padamu.”

“apa?”

“tidakkah kau lelah hyea.., hubunganmu dengan kyuhyun.” Tanyanya pelan.

Aku tidak terlalu terkejut ketika eun rim menanyakan itu padaku. Sudah sering orang-orang selama ini yang bertanya itu padaku. Termasuk eun rim. Aku percaya selama dua tahun ini, aku mampu menyentuh hatinya. Walaupun tidak ditunjukkannya.

“tidak rim-ah. Walaupun aku terluka.., di saat ia menggores luka itu pada hatiku, pada saat itu pula aku sudah memaafkannya. Aku tau, mungkin aku terlihat egois. Tapi membayangkan dia pergi dari jangkauanku aku tidak bisa. Mungkin luka dihatiku akan lebih besar dibanding perlakuannya padaku selama ini.”

“baiklah.. terserah padamu.” Ujar eun rim lelah. “aku sudah berkali-kali mengingatkanmu. Ingat itu..” eun rim pasrah atas keputusannya. Tapi apapun keputusannya, ia akan tetap mendukung hye soo.

“tapi berjanjilah padaku hyea. Dimana kau sudah mencapai puncak lelahmu, maka saat itupula kau harus berhenti bertahan. Janji??” ucap eun rim sambil mengulurkan jari kelingkingnya.

Hye soo membalas uluran jari kelingking haerin.. “janji.” Jawab hye soo. “kau memang yang terbaik rim-ah.” Ucap hye soo tersenyum. “sekarang peluk aku, aku sedang ingin mengisi semangatku.” Eun rim mau gak mau tersenyum melihat kelakuan sahabatnya itu dan langsung memeluknya. Memang sejak dulu, hye soo senang sekali dipeluk untuk membuatnya semangat. Bukan sembarang orang, hanya orang-orang yang mendapatkan kepercayaannya dan dirasa nyaman yang akan dipeluk hye soo.

“bagaimana ujian akhirmu hyea?? Bukankah kau ditunjuk oleh sajangnim untuk sidang akhir minggu depan?” eun rim mencoba mengalihkan pembicaraan agar semangat hye soo tidak menurun kembali.

“ne..” ucapku penuh semangat. “kau tau rim-ah.., ?” sengaja hye soo menghentikan ucapannya untuk membuat eun rim penasaran.

“wae?”

“aku bahkan ditawarkan mendapatkan beasiswa jurusan desain busana ke paris.., demi tuhan rim-ah, paris… bisa kau bayangkan, paris adalah kiblat mode dunia.”

“benarkah itu hyea… waaaaa selamattt.” eun rim langsung memeluk hye soo dengan semangat. “jadi apa kau menerimanya?? Kapan kau angkat berangkat.” Tanya eun rim beruntun penuh antusias.

Hye soo melepaskan pelukan haerin. “entahlah rim-ah.. aku belum menjawab tawaran itu. Aku bingung..”

“karena kyuhyun?”

Hye soo menganggukkan kepala. “dengar hyea.., aku pernah bilang apapun keputusanmu akan kudukung. Tapi kumohon, pikirkanlah baik-baik. Ini impianmu menjadi desainer.., dan kesempatan tidak datang untuk kedua kali.” Eun rim menghela nafas dalam-dalam. “jadi kapan batas waktu jawabannya?”

“setelah siding akhir, berarti minggu depan.”

“pikirkanlah baik-baik.” Ucap eun rim. “cha.. sebaiknya kita tidur ini sudah malam.”

***

Hubunganku dan kyuhyun semakin merenggang. Seperti biasa ku coba menghubunginya ataupun memberi pesan tapi ia tidak menghiraukanku. Tapi siang ini berbeda, setelah dua hari ia tidak membalas pesan dan teleponku, hari ini ia membalas. Ia mengajakku untuk makan siang bersama. Hah bisa kau bayangkan perasaanku. Luar biasa senang. Aku yang sudah mempunyai janji dengan eun rim terpaksa harus kubatalkan. Karena jarang-jarang kyuhyun mengajakku makan bersama.

Kumasuki kafe yang dimaksud kyuhyun tadi. Ku edarkan pandanganku untuk mencarinya.. ah, itu dia. Dia duduk dibangku paling pojok dekat jendela. Sehingga orang yang sedang ada diluar maupun duduk disana akan terlihat. Aku mendekat ke arahnya. “oppa mianhae.., aku telat. Tadi aku harus bertemu kim sajangnim dulu.” Aku duduk dihadapannya.

“hmm..” jawabnya singkat. “pesanlah.. aku sudah memesan duluan tadi.”

Akupun langsung mengambil menu yang sudah disiapkan. Setelah memesan pada waiters, aku memandang kyuhyun yang ada dihadapanku.

“oppa..” kupanggil kyuhyun yang sedang melihat ke arah jendela. Seketika ia mengalihkan pandangannya padaku. “wae?”

“ani..” jawabku tersenyum. “aku hanya merasa senang berada disini bersamamu. Sudah lama sekali kita tidak makan bersama.” Ucapku sungguh-sungguh.

Seperti tidak penting dengan ucapanku, kyuhyun kembali melihat keluar jendela. Dan sepertinya jendela itu lebih menarik untuk dilihat diandingkan melihatku. Hah.. aku menghembuskan nafasku. Tapi setidaknya aku senang ia masih mengingatku. Hiburku dalam hati. Tidak lama kemudian makanan pesanan kami datang.

“oppa aku ingin bertanya.”

Kyuhyun melirik sekilas kearahku sambil menyendokkan makanannya.

“apa kau marah padaku atas kejadian waktu itu? Jika aku melakukan kesalahan yang membuatmu marah oppa.., aku sungguh minta maaf.”

Kyuhyun masih diam tidak menjawabku. Setelah beberapa saat, akhirnya kyuhyun menjawabnya. “hye soo, dengar.., aku..” lagi-lagi ucapannya terpotong oleh suara telepon.

“ne? kau dimana? Baik aku akan segera ke sana.” Aku memperhatikannya yang sedang berbicara ditelepon. Siapa yang meneleponnya? Kenapa kyuhyun sanagat panik. Apa itu donghae oppa??

Seketika kyuhyun membangunkan lamunanku karena ia langsung berdiri, dan menimbulkan suara bangku yang tergeser.

“oppa ada apa?” tanyaku yang ikutan panik.

“kau makan saja. Aku duluan, Jiyeon membutuhkanku.” Ucap kyuhyun. Dan setelah itu kyuhyun langsung pergi, berlari keluar.

‘Hahh.. lagi-lagi jiyeon. Sebenarnya disini siapa yang kekasihnya, aku atau jiyeon?? Aku juga membutuhkanmu oppa..’

***

Setelah kejadian di kafe kemarin. Pagi ini sebelum kuliah aku akan mengunjungi apartemen kyuhyun. Walaupun kyuhyun melarangku, tapi aku tidak tega. Pastilah apartemen kyuhyun sangat kotor semenjak kedatanganku waktu itu.

Aku melintasi ruang TV, ‘aneh’ pikirku. Kenapa apartemen ini rapih. Tumben kyuhyun mau bersih-bersih. Aku tidak terlalu memikirkannya. Akupun beranjak kedapur setelah menaruh tas dan jaketku di sofa. Seketika aku melihat pintu kamar kyuhyun terbuka. “apa kyuhyun ada di dalam?” perasaanku was-was. Entahlah.., mungkin aku takut kyuhyun akan marah lagi padaku jika aku ketahuan datang ke sini. ‘tapi bukankah jam segini kyuhyun seharusnya berada di kantor?’ perasaan khawatir langsung merasukiku. Aku takut kyuhyun sakit. Kupercepat langkahku.., belum sempat aku sampai depan kamarnya.., sosok wanita cantik yang aku kenal keluar dari kamarnya.

“jiyeon..”

Aku sangat kaget mendapatinya sedang keluar dari kamar kyuhyun. Begitupun dengannya, ia pun terkejut karena kehadiranku di sini.

“apa yang kau lakukan?” Tanya kami berdua bersamaan.

“a..aku..” bingung. Itulah yang aku rasakan. Apa yang mesti aku jelaskan.

“kenapa kau tau password apartemen kyuhyun.” Tanya jiyeon tak suka.

Entah keberanian dari mana aku mengakuinya. “aku kekasih kyuhyun oppa. Jelas aku tau password tempat ini.” Kataku tak mau kalah.

“kekasih??” tanyanya kaget. “tidak mungkin. Kyuhyun tidak pernah bilang padaku.”

“dan kau jiyeon-ssi, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku penasaran juga menahan sakit hati yang kurasakan.

“aku memang tinggal disini.” Jawabnya berubah santai ketika sudah menenangkan diri.

“apa maksudmu?? Bukankah kau punya rumah?” Aku mengikutinya yang mulai berjalan ke ruang TV.

“itu rumah baru. Sekarang sedang di renovasi. Jadi untuk sementara aku tinggal disini.”

“sejak kapan?” aku mendudukkan diriku di hadapannya.

“ck.. sudah dari seminggu yang lalu. Aku lupa. Mungkin sebelum kita bertemu pertama kali dirumahku.” Kurasa jiyeon mulai gerah dengan pertanyaanku. “asal kau tau.., sejak dulu aku memang tinggal bersama kyuhyun.”

“dulu?” tanyaku bingung

“ya.. sejak dulu. Tiga tahun yang lalu. Orangtuaku tinggal di jepang. Sehingga aku tidak memiliki tempat tinggal di Korea. Sejak itulah kyuhyun menawarkan tempat tinggal ini untuk tinggal bersamanya. Tapi setelah setahun tinggal bersamanya, aku harus kembali ke jepang. Dan baru beberapa minggu kemarin aku kembali ke sini. Karena aku akan menetap lama, aku memutuskan untuk membeli rumah. Dan sampai rumah itu siap dihuni, aku akan tinggal disini bersamanya.” Jelas jiyeon panjang lebar.

DEG..DEG

Perih.

Tuhan apalagi ini. Aku kembali mengeluarkan air mata. Dihadapannya..oh Tuhan.

“kenapa kau menangis? Apa kyuhyun tidak pernah menceritakannya?” aku tak kunjung menjawab akan pertanyaan jiyeon yang sedikit meremehkan. “kau mau mengatakan aku berbohong?? Cih..jika tidak percaya, masuk saja ke kamar kyuhyun. Disana kau bisa tau kalau aku tidak berbohong.”

Dengan tenaga yang kukumpulkan kulangkahkan kakiku ke kamar kyuhyun untuk pertama kalinya selama dua tahun ini.

Tubuhku merosot di samping tempat tidur. Tak kuat aku menahan tangisku disertai tubuhku yang lemas, aku menangis. Hal pertama yang terlihat dikamar ini adalah foto. Foto-foto jiyeon tertempel didinding dan juga tertata di meja. Aku tau itu bukan jiyeon yang memasangnya. Itu hasil dari kyuhyun, karena memang kyuhyun suka fotografi. Terlihat jelas dari setiap foto yang bertanda CKH. Ada juga foto kyuhyun bersama dengan jiyeon yang tersenyum lepas. Mereka terlihat bahagia. Dan kulihat juga ada beberapa barang-barang wanita yang tertata rapi di pojok sebelah lemari. Dan itu bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam beberapa minggu saja. Pastinya jiyeon benar, bahwa ia pernah tinggal lama disini. ‘apa ini alasan kyuhyun melarangku memasuki kamarnya? Apa ini alasan kyuhyun selalu mengacuhkanku.’ Tak sanggup berlama-lama aku dikamar ini, aku berjalan gontai keluar kamar menuju pintu keluar apartemen. Aku sama sekali tidak menghiraukan jiyeon yang terus memanggilku. Aku terus melangkah keluar hingga kini aku sudah berada di sebuah taman dekat apartemen kyuhyun. Di sini sangat sepi, serasa mendukung atas kesedihan dan sakit hatiku.

“oppa.. kenapa kau berbohong padaku?? Inikah alasanmu oppa? Apa kau dengan jiyeon…?” aku tidak sanggup meneruskan dugaanku. Tak kuasa lagi aku menahan tangisku, aku menangis sekencang-kencangnya seperti anak kecil melepas semua kesakitan yang selama ini aku tahan.

***

Sore menjelang. Aku sudah lelah. Tapi aku butuh kepastian darinya. Kutekatkan untuk bertanya pada kyuhyun. Tak peduli ia akan marah atau tidak padaku. Dan disinilah aku berada, di sebuah perusahaan terbesar di korea, Cho Corp. Aku terus berjalan melewati receptionist dan menaiki lift menuju ruangannya. Aku tau karena aku pernah kesini bersama donghae oppa. Aku melewati sekertaris kyuhyun. Ia membungkukkan badannya, karena tau aku adalah kekasih kyuhyun. Lagi-lagi itu donghae oppa yang memberitahukannya. Ia ingin memberitahu kyuhyun atas kedatanganku. Aku segera mencegahnya karena kulihat pintu ruangannya sedikit terbuka.

Aku ingin segera masuk tapi tertahan ketika aku melihat dua sosok orang yang sukses membuatku sakit hati hari ini. Aku mengurungkan niatku untuk menghampiri kyuhyun, dan memilih untuk mendengarkan pembicaraan mereka.

***

“apa yang membuatmu kemari yoen?” ucapnya lembut.

“kyu.. kau jahat.” Tutur jiyeon cemberut.

“jahat?? Kenapa?” tanyanya bingung.

“ya kau sungguh jahat.., kau tega menyembunyikan hubunganmu dengan gadis yang bernama hye soo itu kyu.” Kali ini jiyeon tidak cemberut melainkan sudah meneteskan air mata.

Rahang kyuhyun menegang.., tapi segera ia hampiri jiyeon duduk disampingnya.

“maafkan aku yoen. Kumohon berhenti menangis.” Kyuhyun menghapus air mata dipipi jiyeon.

“yoen.., please.”

“kalau begitu jelaskan kyu. Kenapa kau berbohong.” Ucap jiyeon terisak. “kau tau kyu, aku kembali ke sini karenamu. Semenjak kau menyatakan perasaan padaku sebelum aku ke jepang, aku terus memikirkannya. Waktu itu aku ingin menerimamu, tapi aku takut tidak bisa kembali. Orangtuaku membutuhkanku disana. Tetapi semakin hari aku tidak bisa melupakanmu dan terus memikirkanmu. Akhirnya aku beranikan diri untuk bicara pada orangtuaku. Kau tau, mereka mengizinkanku kembali kesini pada waktu itu. Tapi aku tidak tega. Lalu aku putuskan, setelah aku membantu menstabilkan perusahaan appa, aku akan kembali ke korea untuk bersamamu. Dan itu membutuhkan waktu dua tahun untuk membuat perusahaan appa stabil. Kemudian apa yang kudapat setelah kembali ke sini? Kau tidak menungguku. Kau bahkan menjalin hubungan dengan wanita lain kyu. Kau jahat..” isak jiyeon semakin kencang.

“ya tuhan yoen.” Kyuhyun langsung memeluk jiyeon erat. “demi tuhan yoen, rasa itu masih ada hingga sekarang.” Jelas kyuhyun lirih.

“kau bohong. Kalau kau masih mencintaiku, mengapa kau menjalin hubungan dengan wanita lain?”

“aku pikir waktu itu kau menolakku. Dan selama disana kau tidak sekalipun menghubungiku. Jadi aku membutuhkan pelampiasan untuk melupakanmu yoen. Kau harus percaya, sekarang pun aku masih mencintaimu.”

“lalu bagaimana dengan kekasihmu?” Tanya jiyeon sedikit tenang.

“aku akan bicara padanya dan memutuskan hubungan kita.”

“aku tidak percaya. Hubunganmu dengannya sudah terjalin selama dua tahun. Aku sangsi jika kau tidak memiliki perasaan padanya.”

“yoen.., bagaimana lagi caranya agar kau percaya padaku?” ucap kyuhyun gusar.

“kalau begitu buktikan.” Tantang jiyeon pada kyuhyun

Kyuhyun yang ditantang tidak tau harus melakukan apa. Hingga akhirnya ia memberanikan diri memegang dagu jiyeon untuk menghadap ke arahnya. Perlahan wajah kyuhyun mendekat dan sampailah bibir kyuhyun menyentuh bibir jiyeon.

Tanpa disadari keduanya, seorang yang mengintip dan menguping dibalik pintu itu sedang membekap mulutnya sendiri, ia menahan tangisnya. Ia adalah hye soo. Hye soo melangkah sempoyongan seolah-olah ia sedang tidak menapaki bumi. Rasanya seperti ingin pingsan mengetahui kebenaran yang selama ini tidak diketahuinya, sampai ia melewati sekertaris kyuhyun yang bingung melihatnya.

“nona.., kau tidak apa-apa?” sekertaris kyuhyun yang melihat keadaan hye soo terkejut. Ia menghampiri hye soo yang sepertinya tidak bisa berjalan. “Nona.., apa perlu ku bantu berjalan.” Tanyanya lagi khawatir.

“tidak terima kasih.” Jawab hye soo sekenanya. “dan kumohon jangan beritahu kyuhyun mengenai kedatanganku hari ini.” Entah kekuatan darimana, ditengah-tengah ketidakberdayaannya, hye soo masih sanggup bicara pada sekertaris kyuhyun.

Hye soo terus berjalan tak tentu arah. Dipikirnya masih terbayang-bayang oleh kenyataan yang baru ia ketahui.

“dia berbohong.., ia tega padaku.., ia menjadikanku kekasih hanya untuk pelampiasan. Itukah artinya diriku selama dua tahun ini. Itu juga kah alasannya ia selalu mengacuhkanku selama ini? Apa tidak ada rasa cinta sedikit saja untukku? Kenapa aku bisa mencintai pria itu sebegitunya? Kenapa harus aku yang jadi pelampiasannya? Kenapa juga aku yang terlalu bodoh untuk bertahan disisinya selama ini?”

Hye soo terus bergumam dengan pikiran-pikiran itu, hingga tubuhnya lemas tidak bisa berjalan sampai tibalah hye soo disebuah taman apartemen eun rim.

BUUGH

Tiba-tiba tubuh Hye soo jatuh tergeletak di taman itu. Ia tidak bisa menggerakkan kakinya lagi, seluruh tubuhnya lemas. Hatinya, pikirannya semua membuatnya tidak berdaya. Dibohongi selama dua tahun bukanlah perkara sepele. Menganggap orang yang dicintainya sama mencintainya, ternyata hanya kebodohan semata. Bertahun-tahun bertahan disampingnya, hanya luka..luka dan luka yang ia dapat samapi detik ini. Hingga semua terungkap ke permukaan. Hye soo tersenyum getir atas kebodohannya selama ini, sampai akhirnya tangis pun tumpah ruah bersama air hujan yang mulai turun mengguyur kota ini.

Lelah.. ya ia sangat lelah. Seketika selebat ucapan eun rim terniang di pikirannya ‘berjanjilah padaku hyea. Dimana kau sudah mencapai puncak lelahmu, maka saat itupula kau harus berhenti bertahan.’ Ya kali ini Hye soo tidak kuat lagi menahan beban yang ada dipundaknya. Ia akan berhenti bertahan.

Tubuhnya lemas tidak berdaya. Di sela-sela lemasnya, hye soo berusaha mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang yang ia percaya. Begitu sambungan terangkat..

“rim-ah.. tooolong..a..aku di ta.aman apar..temen..mu.”

Tak sanggup untuk meneruskannya, hye soo menjatuhkan handphonenya begitu saja. Mata hye soo perlahan-lahan mulai menutup.

‘inikah akhir dari bertahanku selama ini?!! Kau- seseorang yang telah menyakitiku, dibawah guyuran hujan ini, aku berjanji akan melupakanmu dan menggantikan rasa cinta yang pernah ada menjadi sebuah kebencian setelah ini. Selamat tinggal Cho Kyuhyun.’

END

Haha absurd ya ceritanya. Ini ff pertama yang aku bikin genre hurt. Bingung mau endingnya sad/happy…, tapi akhirnya jadinya seperti ini. Jadi maaf kalau mengecewakan.

Gak bosan-bosannya juga untuk minta maaf kalo ada kalimat yang tidak sesuai dalam bentuk apapun. Baik antar kalimat, kata perkatanya dan tulisan bahasa korea yang mungkin salah. Minta komentarnya juga ya..

Terima kasih ^^

39 thoughts on “LOVING YOU

  1. sequel donggggg please,ini bagus bngt kyu jht,kejam,nyblin bkn dia nyesel bngt n bkn glran dia yg cinta bngt ke hye soo,tp hye soo a jngn gampangan malah bkn hye benci bngt kyu biara tau rasa s evil

    Like

  2. sequel donggggg please,ini bagus bngt kyu jht,kejam,nyblin bkn dia nyesel bngt n bkn glran dia yg cinta bngt ke hye soo,tp hye soo a jngn gampangan malah bkn hye benci bngt kyu biara tau rasa s evil,inti a sich bkn kyu side a sm antar kedua a dech pleaseeeeee 😀 ini bagus bngt ak sk ff genre a ky ini

    Like

  3. Ceritanya ngena banget….kyu kejam banget gantung hubungan sampai 2 thn,memang beneran engga punya perasaan kyu ke hye so?butuh sequel thor,berharap kyu jd ngejar2 hye so yg udah benci sm kyu

    Like

  4. Aaaarrrrrrggggghhhhhh… kyu nappueeennn :😭😭😭😭😭😭😭😭😭 knpa jd gni hiks..hiks..m apa kyu bner2 gak pnya prsaan sma hye so ? Gak mgkin, aku gk ykin . Pasti ad kan? Tp kyu yg tllu bodoh tdak mengakuinya 😥
    bkin seqeul thoorrrrrrr jeball . Buat kyu nyesel smpai ubun2

    Like

  5. Sequel lah thor . Kenapa harus jiyeon yg bhagia . Kenapa harus hye so yg mendrita padahal dia udah berusaha selama 2 tahun . Gak adil

    Like

  6. entah kenapa aku suka banget cerita yang kayak gini tapi aku rasa endingnya kurang nyes gitu haha. .
    sequel ya thor buat kyuhyun nyesel senyesel nyeselnya 😀

    Like

  7. AAAAAHHH, kenapa harus end pas lagi sedih gituuuuu, sedih banget thor, hyesoo sama donghae ajalah biar si kyuhyun cemburu ughhhh, sequel juseyoooo ㅠ

    Like

  8. Oh my god
    Bener bener
    Butuh sekuel
    Buat hye soo bahagia walau bukan sama kyuhyun
    Dan buat kyuhyun minta maaf , gak minta mereka bali kan asal hye soo bahagia itu dah cukup
    Di tunggu sekuel y

    Like

  9. bagus tapi ada beberapa kata yg sedikit diganti..
    contoh: “aku akan memutuskan hubungan kita”jgan kita dong harusnya kami..
    terus yg di akhir dia kan katuh kok gak ada yg nolongi apa lgi di taman apartem biasanyakan rami..

    Like

  10. Ouch kyu tega banget ma hyesoo..
    Benarkah g ada perasaan apa2 setelah mereka menjalaninya selama 2th?
    Walau sikap kyu selalu dingin n mengabaikan hyesoo tp tetap saja hyesoo itu makhluk hidup yg harus diakui keberadaannya apalagi dengan semua yg udah hyesoo lakukan.
    Moga aja kyu sadar akan perasaannya ke hyesoo n tentang jiyeon mungkin hanyalah perasaan yg tertunda..

    Like

  11. hikhikhik….kyunya g gentle..kalo emang g suka sama hyesoo harusnya dia mitusin hyesoo aja drpd nyiksa hyesso kaya gini

    Like

  12. Hy hy salam kenal bagus bgt sih ceritanya! Merasakan bgt nih! Suka suka hehehhehe. Aku jg suka yg special gift, aku tau ff ini dr superjunior 2010 loh. Hehehehe

    Like

  13. Hahhh kyu kyu nanti menyesal loh elu di tinggal sm hyesoo wanita yg tulus mencintai elu walupun sering disakiti tiap hari tp msh ttp bertahan -,-

    Like

  14. Anjiiiirrrr pelampiasan doaaangggg!!! Omg kyuhyun bangsat banget lu!!! Aaaak pengen gue hajar si kyuhyun!! Aaaak 😠😠😠
    Feelnya dapat banget thor nice story
    Btw ane reader baru hehe 😂

    Like

  15. ffnya bagus tapi endingnya kaya kegantung gt ini menurut ku ya maaf kalau lancang. buat squelnya dong biar makin rame. salam kenal aku pembaca baru disini izin baca ya.

    Like

  16. Ini ada squel’y kan thor?
    Pen sekuel don thor.
    Aku nemu ni epep atas recom temen, dan emg crta’y bagus sampe nyesek ni dada, dan mata ampe berair.
    Jdi thor aku mau tx lgi ini ada squel’y kan???
    TengKyu thor dah membawakan ff yg bagus.
    Buat author tetap semangat yah buat epep’y

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s